The Office produces a monthly report regarding trade relations between Indonesia and Canada, and various trade related issues that may affect Indonesia or Canada.
These reports are available in Bahasa Indonesia and in pdf file format.
Note that not all users will be able to download these reports. If it is available to download, please click the report month.
You will need Adobe Reader
to open the report. You can get the free Adobe Reader from Adobe website
.
Here is the summary of the report.
| [ ] [ Collapse All ] | |
|
January
|
Report Summary [ + ]
Pada bulan Januari 2010, Perwakilan Indonesia di Kanada melakukan analisa pelaksanaan MRA antara Indonesia dan Kanada di bidang pengawasan dan sistem kontrol ikan dan produk perikanan. Melihat contoh dari negara-negara ASEAN lainnya, analisa menunjukkan adanya korelasi positif antara pemanfaatan MRA dengan kemajuan ekspor produk perikanan. Untuk itu, analisa mengusulkan agar kiranya MRA Indonesia dan Kanada yang sudah ada perlu disegarkan kembali. Sistem pemeriksaan dan sistem kontrol di dalam negeri perlu ditata lebih baik agar memenuhi kesepakatan dalam MRA, serta daftar Perusahaan Pengolah Ikan Indonesia diperbaharui secara teratur dan dikomunikasikan kepada CFIA untuk ditindaklanjuti. Cina telah membuka kembali pintu impor produk babi yang berasal dari Kanada, namun sejauh ini peraturan yang terkait dengan pelaksanaan teknis pembukaan kembali pintu impor tersebut belum mendapatkan persetujuan kedua belah pihak. Di bulan Januari 2010 ini, Kanada dan Cina kembali melanjutkan pembicaraan tersebut. Persyaratan yang diajukan Cina adalah adanya sertifikasi pendukung bagi pabrik pengolahan produk babi tersebut. Kanada dilaporkan berpartisipasi menjadi pihak ketiga dalam panel WTO yang membahas tentang kasus pembatasan ekspor bahan baku tertentu yang dilakukan Cina. Panel tersebut dibentuk atas permintaan AS, UE dan Meksiko. Kanada mengeluarkan kebijakan baru yang akan memudahkan bisnis Kanada untuk berinvestasi di negara berkembang. Kebijakan yang bernilai 20 juta dolar tersebut diharapkan akan mempermudah perusahaan-perusahaan Kanada untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di negara-negara berkembang. Indonesia adalah merupakan salah satu negara prioritas utama bagi kebijakan ini. Perundingan perjanjian ekonomi dan perdagangan komprehensif antara Kanada dan Uni Eropa pada bulan Januari memasuki putaran kedua. Putaran pertama dari perundingan tersebut telah diselesaikan pada bulan Oktober lalu dengan menghasilkan kemajuan yang cukup signifikan. Perjanjian ini bisa jadi akan mempengaruhi pasar beberapa produk ekspor Indonesia ke Kanada karena dengan adanya perjanjian, kemungkinan besar produk yang berasal dari UE akan menjadi lebih murah. Salah satu berita yang menjadi perhatian di Kanada adalah usaha Malaysia untuk menurunkan biaya logistik sebagai upaya untuk meningkatkan perdagangan internasionalnya. Hal ini menjadi menarik karena di saat yang sama, Indonesia juga diberitakan sedang mempersiapkan peraturan yang memungkinkan dibukanya pintu logistik bagi perusahaan asing. Langkah Malaysia yang merupakan salah satu saingan utama Indonesia pada beberapa produk ekspor Indonesia tentunya patut diwaspadai. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Indonesia, baik dalam bulan Nopember 2009 maupun keseluruhan tahun 2009 ini. Hal ini merupakan kebalikan dari kondisi di tahun sebelumnya dimana surplus berada di pihak Kanada. |
|
February
|
Report Summary [ + ]
Peningkatan ekspor Indonesia ke Kanada di tahun 2009 dilakukan melalui kegiatan-kegiatan promosi dagang, pengembangan jaringan kerja dagang, pengembangan diplomasi perdagangan, pengembangan fasilitas perdagangan, intelijen pasar, pengembangan jaringan sistem informasi perdagangan, dan konsultasi, evaluasi serta pelaporan secara berkala. Kanada di tahun 2009 menghadapi sejumlah tantangan, utamanya dalam pasar ekspornya ke AS yang menghadapi sentimen proteksionisme dengan adanya provisi Buy American dan Country of Origin Labelling dan masih belum dibukanya pintu impor beberapa produk Kanada seperti sapi dan babi oleh beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang dan Rusia. Kanada membuka sejumlah peluang dagang di tahun 2009 dengan melakukan sejumlah perundingan bilateral dan multilateral untuk mewujudkan perjanjian perdagangan bebas, di antaranya adalah dengan negara-negara EFTA, Peru, dan Yordania. Kanada juga mempersiapkan kebijakan pendukung investasi dengan melakukan perundingan FIPA dengan sejumlah negara, satu di antaranya adalah dengan Indonesia. Untuk membantu pengusaha Kanada agar berhasil di pasar global, pemerintah Kanada telah mendirikan Export Development Center (EDC) dengan sekitar 900 orang trade commissioner yang tersebar di lebih dari 150 kota di seluruh dunia. Untuk melindungi dan membantu para produsen Kanada dalam menghadapi kompetisi produk asal luar negeri di pasar dalam negeri, Pemerintah Federal dan propinsi-propinsi di Kanada, secara efektif telah menerapkan Non Tariff Measures (NTM) dengan berbagai tingkatan pada hampir semua aspek kebijakan yang terkait dengan impornya seperti Canada's Food & Consumer Safety Action Plan, the Canadian System of Standardization, Anti Dumping and Countervailing Program, quantitative restrictions, serta kebijakan-kebijakan lain yang intinya ada perlakuan ketat untuk impor melalui inspection procedures, methods of import dan import surveillance. Neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan sedikit surplus di pihak Indonesia. Hal ini jauh berbeda dengan neraca di tahun 2008 yang mengalami surplus 382,43 juta dolar AS di pihak Kanada. Penurunan surplus Kanada kemungkinan sebagian besar disebabkan oleh lemahnya pasar dunia, dimana perdagangan antara Kanada dengan dunia juga menunjukkan penurunan. Di samping itu kemungkinan juga disebabkan tidak adanya pembelian besar dari Indonesia di tahun 2009 seperti pembelian kereta api pada tahun 2008. Secara umum, ekspor non migas Indonesia ke Kanada di tahun 2009 menurun 12,57% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pola ekspor dari bulan ke bulan di tahun 2009 secara umum mengalami penurunan, yang kemungkinan besar disebabkan oleh krisis ekonomi global. |
|
March
|
Report Summary [ + ]
Pada bulan Maret 2010, Greenpeace International melakukan kampanye di Kanada yang bertujuan untuk mendesak perusahaan makanan Nestle untuk menyetop penggunaan minyak kelapa sawit yang disuplai oleh PT Sinar Mas dengan alasan praktek perusahaan tersebut yang tidak mengindahkan lingkungan. Atase Perdagangan sudah mengirimkan berita ke instansi terkait di Indonesia terkait dengan pemberitaan di atas dan terus melakukan pengamatan terhadap perkembangan kampanye tersebut. Kanada kembali melanjutkan upayanya untuk bisa mencari pengganti pasar ekspor utamanya, Amerika Serikat, yang masih belum pulih dari resesi ekonomi. Di bulan Maret, Kanada mendesak India untuk bisa mempercepat proses perundingan perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara. Kanada memandang India sebagai pasar yang sangat potensial untuk bisa menggantikan pasar AS dan usahanya untuk bisa menembus pasar India telah dilakukan sejak tahun 2008. Kanada mengancam Uni Eropa untuk melonggarkan peraturan yang terkait dengan standar bahan bakar ramah lingkungan karena dikhawatirkan peraturan tersebut bisa mengancam perdagangan minyak Kanada yang berasal dari oil sand di Alberta. Kanada mengatakan jika hal tersebut tidak dilakukan maka hubungan antar kedua pihak akan semakin memburuk. Hubungan kedua pihak menegang setelah Uni Eropa melakukan pelarangan impor anjing laut yang berasal dari Kanada tahun lalu. Kanada menganggapi pelarangan tersebut dengan membawanya ke forum WTO. Aturan baru yang terkait dengan penggunaan cap “Made in Canada” dan “Product of Canada” telah dikeluarkan Kanada. Kalangan importir dan penyuplai barang ke Kanada diharapkan untuk memperhatikan peraturan yang baru tersebut dan melakukan penyesuaian terhadap produksinya dan stok barang yang masih belum beredar. Kalangan industri tekstil Kanada ingin meningkatkan produksinya dengan mendesak pemerintah Kanada untuk menurunkan tarif ekspor bahan baku tekstil. Dengan turunnya tarif ekspor bahan baku, diharapkan biaya produksi tekstil Kanada akan menurun sehingga mampu bersaing dengan tekstil impor yang pada saat ini memiliki keuntungan dalam hal biaya yang lebih murah. Gap Canada, yang merupakan salah satu importir produk tekstil dari Indonesia, sudah mulai mengalihkan produksinya ke pabrik lokal. Kanada telah melakukan penghapusan tarif untuk industri manufaktur dalam APBN-nya di tahun 2010 ini. Penghapusan ini akan mempengaruhi tarif sekitar 1.541 barang. Sebagian besar penurunan akan terjadi segera, yaitu pada tanggal 5 Maret. Sisanya akan dihapus secara bertahap, selambat-lambatnya sampai tahun 2015. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Indonesia di bukan Januari 2010 walaupun dari segi nilai menurun 30,50% dari bulan Januari 2009. |
|
April
|
Report Summary [ + ]
Pada bulan April 2010, Kanada diberitakan kehilangan kesempatan untuk bergabung dengan pakta perdagangan di Asia Pasifik setelah sebelumnya penawaran untuk bergabung ditolak Kanada. Keinginan Kanada untuk bergabung dipicu oleh bergabungnya AS ke dalam pakta perdagangan tersebut. Peraturan pelabelan Product of Canada yang mengharuskan sebuah produk menggunakan 98% kandungan lokal sebagaimana dilaporkan dalam laporan bulan lalu direvisi pemerintah Kanada karena adanya keluhan dari beberapa produsen yang merasa kesulitan untuk memenuhinya karena bahan yang digunakan tidak diproduksi di dalam negeri. Kanada menyatakan bergabung dengan 36 negara lainnya dalam perundingan perjanjian perdagangan anti pemalsuan dengan mengeluarkan teks konsolidasi terkait dengan perjanjian perdagangan tersebut. Perjanjian Perdagangan Anti Pemalsuan bertujuan untuk memerangi perdagangan barang palsu dan bajakan. Kanada melakukan beberapa pembicaraan untuk memperluas pasar perdagangannya di antaranya dengan Cina, Uni Eropa dan Rusia. Pembicaraan dengan Cina merupakan pembicaraan komprehensif yang menyangkut banyak sektor, termasuk produk pertanian seperti peningkatan ekspor produk kacang-kacangan Kanada, impor babi dan sapi, dan lain-lain. Kanada melanjutkan perundingan perjanjian perdagangan dan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa yang pada saat ini memasuki putaran ketiga. Kanada juga melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pertanian. Salah satu artikel mengulas penggunaan penyelidikan anti dumping sebagai upaya penerapan langkah proteksi terselubung oleh beberapa negara. Dengan adanya ancaman akan dilakukan penyelidikan anti dumping, pihak yang terkait dengan rantai impor menjadi enggan untuk mengambil risiko jika tiba-tiba tarif dikenakan dan barang tersebut berada di pihaknya. Dengan demikian, upaya ini pada gilirannya mematikan impor produk yang terkait. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Indonesia sebesar 12,38 juta dolar AS di bulan Pebruari 2010. Dari segi nilai, ini merupakan penurunan 26,11% dari bulan Pebruari 2009. |
|
May
|
Report Summary [ + ]
Kanada berkomitmen untuk melindungi industri susu dan telurnya dalam perundingan perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Perundingan ini akan masuk ke putaran ke empat di bulan Juli dan diperkirakan akan terwujud lebih cepat dari yang diperkirakan. Pada bulan Mei 2010, Kanada menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Panama yang akan menjamin akses ke pasar pengadaan pemerintah, termasuk perluasan kanal Panama dan proyek infrastruktur lainnya. Perjanjian di bidang lingkungan dan tenaga kerja juga ditandatangani. Perusahaan Brunei dan Kanada diberitakan sedang melakukan kerjasama untuk bisa menurunkan tarif impor barang Kanada yang masuk ke Brunei. Dalam kunjungan ke Kanada, Presiden Meksiko menyerukan perlunya ikatan perdagangan yang lebih kuat antara ketiga negara anggota NAFTA untuk bisa bersaing dengan blok perdagangan lainnya. Cina masih menetapkan pembatasan impor biji canola dari Kanada meskipun berita dari Cina mengatakan yang sebaliknya. Pemerintah Kanada juga melakukan pendekatan yang komprehensif untuk bisa menghilangkan pembatasan ini. Terkait dengan produk babi, Cina telah mencabut larangan impor babi yang berasal dari AS. Pencabutan ini dikatakan tidak akan mempengaruhi pasar babi Kanada. Larangan impor babi Kanada telah dicabut Cina pada akhir tahun lalu. Uni Eropa mengkhawatirkan pembatasan perdagangan yang diberlakukan beberapa negara dalam menghadapi krisis ekonomi global yang lalu akan menjadi permanen sehingga bisa merusak tataran ekonomi global. Sementara itu, WTO telah menunjuk panel yang akan menangani persengketaan antara AS dengan Kanada dan Meksiko terkait dengan peraturan COOL. Peraturan ini mengharuskan produsen makanan di AS mencantumkan negara asal dari produk makanan mereka. Dalam usahanya untuk mempromosikan keuntungan kompetitif wilayahnya, Premier dari tiga propinsi di wilayah barat Kanada melakukan kunjungan dagang ke Cina dan Jepang. Direncanakan juga tiga propinsi tersebut akan membuka perwakilan dagang di negara-negara tersebut. Peraturan pelabelan Product of Canada yang mengharuskan sebuah produk menggunakan 98% kandungan lokal sebagaimana dilaporkan dalam laporan sebelumnya diperkirakan akan dilonggarkan oleh pemerintah Kanada karena adanya keluhan dari beberapa produsen yang merasa kesulitan untuk memenuhinya karena bahan yang digunakan tidak diproduksi di dalam negeri. Kanada pada saat ini sedang melakukan konsultasi dan menerima masukan pihak terkait sehubungan dengan perubahan peraturan tersebut. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Indonesia sebesar 25,92 juta dolar AS di bulan Maret 2010. Dari segi nilai, ini merupakan kenaikan 110,28% dari bulan Maret 2009. |
|
June
|
Report Summary [ + ]
Promosi Ekonomi dan Misi Dagang Indonesia 2010 telah dilangsungkan di Vancouver, Kanada pada tanggal 29-30 Juni 2010. Kegiatan yang terdiri dari Networking Event/Seminar, One on One Business Meeting dan Roundtable Discussion telah menghasilkan kontak dagang dengan 7 (tujuh) perusahaan Kanada untuk produk kakao, kerupuk udang, udang, ikan tilapia, cereal bar, permen pelega tenggorokan (go-fresh), barang kerajinan/dekorasi rumah, tekstil (batik) dan sabut kelapa. Pertemuan negara-negara G20 yang berlangsung di Toronto, Kanada, telah menghasilkan kesepakatan untuk mengurangi defisit selama tiga tahun, yaitu hingga 2013. Posisi Indonesia di dalam pertemuan adalah perlunya keseimbangan dalam menjalankan stimulus fiskal yang telah dibahas dalam KTT G20 sebelumnya. Pencapaian kesepakatan G-20 diharapkan akan membantu memberikan kepercayaan terhadap prospek ekonomi dunia dan stabilitas pasar keuangan, termasuk bagi Indonesia. Pidato Gubernur Bank of Canada yang diberikan di pertemuan pimpinan perusahaan minyak di belahan timur Kanada menyarankan perusahaan Kanada untuk mengalihkan perhatiannya ke negara-negara berkembang karena pasar negara-negara tersebut merupakan dua-pertiga dari pertumbuhan global dan mesin penggerak dari pemulihan ekonomi di seluruh dunia. Export Development Canada (EDC) juga menganjurkan kalangan bisnis Kanada untuk meningkatkan perdagangannya dengan Asia karena pasar ekonominya yang sedang berkembang pesat. Kanada kembali berusaha untuk memperkuat hubungan perdagangannya dengan negara-negara di Asia dimana pada bulan Juni ini sejumlah menteri Kanada telah melakukan kunjungan ke Jepang dan Cina. Kanada telah meratifikasi perjanjian perdagangan bebasnya dengan Kolombia di bulan Juni ini. Pemberlakuan perjanjian tersebut menunggu proses ratifikasi dari parlemen Kolombia. Kanada juga sedang merundingkan perjanjian perdagangan bebas dengan Ukraina, yang merupakan salah satu negara terbesar di Eropa. Dalam sebuah pernyataan terkait dengan pelaksanaan pertemuan G20, Kanada mendesak Rusia dan negara-negara G20 lainnya untuk menarik hambatan perdagangan yang dibangun selama krisis keuangan sebagai bagian dari janji G20 untuk menjadikan perdagangan bebas sebagai pendukung pemulihan ekonomi global. Kelanjutan dari persengketaan produk daging sapi antara Kanada dan Korea Selatan, Kanada diperkirakan akan meminta Korea untuk membuka kembali impor daging sapinya dalam pertemuan yang dijadwalkan berlangsung di bulan Juli. Pertemuan antara kedua negara yang diminta oleh Pemerintah Kanada tersebut akan berlangsung di Seoul selama dua hari dimulai pada tanggal 13 Juli. Laporan WTO terbaru menunjukkan bahwa anggota WTO telah mengurangi langkah-langkah perdagangan yang diambil dalam enam bulan terakhir dibandingkan periode yang sama sebelumnya dan hanya mempengaruhi bagian kecil dari perdagangan dunia. Sementara itu, Health Canada telah menyelesaikan sebuah dokumen petunjuk yang menyangkut pemalsuan produk kesehatan, yang menjelaskan prinsip-prinsip yang akan diambil oleh agensi tersebut dalam mengidentifikasikan, menguji dan mengatur risiko kesehatan yang terkait dengan produk palsu. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Kanada sebesar 5,56 juta dolar AS di bulan April 2010. Dari segi nilai, ini merupakan kenaikan 269,96% dari defisit 3,27 juta dolar AS di bulan April 2009. |
|
July
|
Report Summary [ + ]
Sebuah ulasan tentang peluang untuk melakukan investasi di negara-negara ASEAN diberikan oleh salah satu direktur dari Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong. Indonesia merupakan salah satu dari enam negara ASEAN yang dinyatakan sebagai daerah yang bagus untuk melakukan investasi. Direktur Jenderal WTO memperkirakan perdagangan dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 10% di tahun 2010 ini. Perkiraan ini merupakan perbaikan dari perkiraan kenaikan 9,5% yang dinyatakan di bulan Maret. Sebuah laporan dari tim pencari fakta PBB menyoroti taktik yang digunakan oleh negara-negara maju, dimana mereka menggunakan perundingan perdagangan bebas dengan negara-negara berkembang sebagai upaya pemaksaan. Dalam laporan diberikan contoh pemberlakuan hak paten untuk mencegah penggunaan obat generik. Di bulan Juli, Menteri Perdagangan Internasional Kanada melakukan pertemuan dengan Perwakilan Perdagangan AS. Pertemuan rutin ini membahas aspek-aspek perdagangan antara kedua negara, termasuk penyelesaian permasalahan Buy American. Pertemuan juga menyepakati pemindahan pelaku pemungutan pajak yang terkait dengan penyelesaian sengketa kayu lunak dari AS ke Kanada. Kanada dan Uni Eropa di bulan Juli ini kembali melanjutkan perundingan perdagangan komprehensif mereka. Perundingan yang pada saat ini telah masuk ke putaran keempat berlangsung di Brussel. Kanada meminta Korea Selatan untuk mengeluarkan inisiatif-inisiatif baru bagi berlanjutnya perundingan perdagangan antara kedua negara yang terganjal karena permasalahan di bidang otomotif dan daging sapi. Di bidang otomotif, Kanada meminta kondisi minimal yang sama dengan yang diberikan ke AS dengan alasan terintegrasi ekonomi di bidang otomotif antara AS dan Kanada. Perundingan bilateral antara Korea Selatan dan Kanada yang mencoba mencari penyelesaian dalam kasus sengketa impor daging sapi Kanada juga ditunda. Alasan resmi yang dikeluarkan adalah guna memberi kesempatan kepada Korea Selatan untuk mencari kesepakatan nasional. Di bulan Juli ini juga ditandai oleh naiknya biaya transportasi kontainer dari Asia ke Kanada. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan produksi kontainer, keterlambatan pengiriman dan bergairahnya kembali perdagangan dunia, dan bulan-bulan sibuk untuk pengiriman barang. Semua ini pada akhirnya menyebabkan adanya kelangkaan kontainer yang menyebabkan perusahaan angkutan menaikkan biaya pengangkutan. Hal ini dikhawatirkan akan bisa mempengaruhi harga barang di tingkat konsumen. Dilaporkan juga bahwa untuk mengatasi ketidakpastian yang semakin bertambah di pasar konsumen, pengecer di Amerika Utara berusaha untuk sebisanya melakukan penundaan pembelian barang jadi dengan mendesak pemasok mereka di Asia untuk tetap mempertahankan kepemilikan produk sejauh mungkin di dalam rantai pasokan. Pada akhirnya, pemasok harus mengirimkan barangnya sampai ke pintu ritel, yang tentu saja menambah biaya dan risiko. Terkait dengan perdagangan antara Kanada dengan Indonesia, neraca perdagangan antara Kanada dengan Indonesia menunjukkan surplus di pihak Indonesia yang cukup besar di bulan Mei 2010. Indonesia menunjukkan surplus sebesar 39,63 juta dolar AS, kebalikan dari defisit 26,86 juta dolar AS pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Sampai dengan bulan Mei 2010, Kanada mengalami defisit perdagangan sebesar 73,78 juta dolar AS dengan Indonesia, kebalikan dari periode yang sama tahun sebelumnya. |
| [ ] [ Collapse All ] |
![]()
Please wait while we process your request...